Siaran Pers Nomor: 134/Press/SM.4.1.KOP/VI/2025
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong tumbuhnya Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih sebagai fondasi ekonomi kerakyatan di perdesaan. Berbagai Kementerian/ Lembaga (K/L) dan Pemerintah Daerah (Pemda) dilibatkan secara aktif guna memastikan target pembentukan 80.000 unit Kopdes/ Kel Merah Putih dapat terwujud secara nyata.
Wamenkop Ferry Juliantono menekankan bahwa keterlibatan multistakeholder tersebut merupakan respons konkret atas kebutuhan masyarakat desa akan lembaga ekonomi yang kuat, terpercaya, dan berpihak kepada mereka. Ia optimistis manfaat program Kopdes/ Kel Merah Putih akan segera dirasakan seluruh lapisan masyarakat desa.
"Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar program, ini adalah gerakan kebangkitan ekonomi masyarakat desa. Kita harus sambut dengan keyakinan dan semangat gotong royong," ujar Wamenkop Ferry Juliantono dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Wilayah Jawa Tengah di Semarang, Senin (12/5).
Masyarakat desa didorong untuk aktif berpartisipasi dan menyambut program ini dengan sikap terbuka, karena Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap terwujudnya Koperasi Desa Merah Putih di seluruh pelosok negeri.
"Kita harus percaya bahwa masyarakat desa mampu mengelola koperasinya sendiri dengan baik. Tugas kita adalah memfasilitasi, mendampingi, dan memastikan mereka punya akses terhadap modal, pasar, dan teknologi," tegas Wamenkop Ferry Juliantono.
Wamenkop Ferry Juliantono memastikan bahwa tata kelola Kopdes/ Kel Merah Putih akan dijalankan secara transparan dan akuntabel. Pengurus Kopdes/ Kel dipilih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) secara demokratis, sementara pengawasan dilakukan secara partisipatif melibatkan seluruh komponen masyarakat. Kemenkop juga menggandeng BUMN seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Pos Indonesia (Persero) sebagai mitra strategis pendampingan usaha Kopdes/ Kel Merah Putih agar keberhasilannya semakin terjamin.
"Pemerintah tidak akan lepas tangan. Kami akan terus mendampingi dan mengawal program ini agar Koperasi Desa Merah Putih benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi desa dan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat dari bawah," tegas Wamenkop Ferry Juliantono.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa program Kopdes/ Kel Merah Putih merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk membangun fondasi kemandirian dan kedaulatan ekonomi desa melalui gerakan koperasi yang kuat.
"Kita perlu membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh sehingga inilah yang harus mendapat perhatian khusus maka dibentuklah Kopdes/ Kel Merah Putih," kata Zulkifli.
Menko Zulkifli berharap program Kopdes/ Kel Merah Putih ini dapat berhasil sesuai cita-cita Presiden Prabowo Subianto. Oleh sebab itu seluruh Kementerian dan Lembaga yang terkait dengan pembentukan ekosistem Kopdes/ Kel Merah Putih akan mengoptimalkan perannya masing-masing demi kesuksesan program tersebut.
"Kita ingin ini (Kopdes/ Kel) transparan, kita ingin Kopdes/ Kel ini sukses dan berhasil sehingga desa bisa tumbuh ekonominya," katanya.
Sementara itu Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa rakyat di Jawa Tengah siap menyukseskan program unggulan tersebut. Saat ini sudah terbentuk secara kelembagaan Kopdes/ Kel Merah Putih di 1.066 desa/ kelurahannya yang diawali melalui Musdesus.
Dia menyadari bahwa dengan manajemen dan pengelolaan potensi desa secara baik dan profesional, akan menjadikan desa-desa di Jawa Tengah lebih maju dan sejahtera. Misi tersebut hanya dapat digerakkan melalui pembentukan Kopdes/ Kel Merah Putih.
"Kami di Jawa Tengah semuanya siap melaksanakan program Koperasi Desa Merah Putih karena Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional sebagaimana Perintah Bapak Presiden bahwa negara yang kuat adalah negara yang berdaulat," ujar Ahmad Luthfi.
Semarang, 12 Mei 2025
Humas Kementerian Koperasi
Medsos resmi: @kemenkop